Sabtu, 21 September 2013

[Movie Review] Oblivion (2013)

18:48 0 Comments


 IMDb Rating : 7/10

Attention: Spoiler alert! This review contains abundant spoilers muahahaha :D. If you are curious as hell, it’s okay to read it. Risks are yours :p


“Why on earth I love their visualizations? Cause they’re damn awesome!”



Hello movie buff, movie freakers, penggila box office, and who-ever-you-called, it’s time for MOVIE REVIEW!!! Kali ini saya akan mereview film Oblivion (2013) yang baru saja tayang di bioskop beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, saya mau curhat dulu, kemarin Jumat, 20 September 2013 saya harus masuk kuliah. Biasanya hari Jumat itu libur, tapi karena dosen Psikodiagnostika gak bisa datang pas hari Senin, akhirnya diganti pas hari Jumat. Alhasil, kuliah hari itu cuma satu. Pasca kuliah, temen-temen pada langsung pulang, mungkin mau mengais potongan weekend yang diganggu sama kuliah hehehe. Sementara saya, as usual, karena gak terbiasa pulang terlalu dini, alias jam 10 pagi, rasanya aneh aja kalau pulang jam segitu. Saya dan teman-teman lain duduk-duduk dulu di luar kelas sambil nungguin adzan sholat Jumat. Hari itu gak ada rencana apa-apa, pengen pulang cepet soalnya cucian udah numpuk, tapi takut nanti kalau di rumah gak ada orang (efek gegara pagi-pagi udah diceritain kakak tingkat tentang kasus ‘kesurupan’ di kampus Kamis sore). Kemudian saya memutuskan main ke kosnya Rizky setelah sholat Dhuhur.

Waktu berlalu cepat, Rizky pamit pulang sebentar ke kosnya dia, dan bilang bakal balik lagi ke kampus mau beli es potong. Saya nungguin dia di kampus tapi karena udah jam setengah satu, saya memutuskan sholat dulu di mushola. Habis sholat eh si Rizky nya udah balik ke kampus lagi, terus kita bareng-bareng beli es potong (sumpah, ini berasa anak SD banget ya ceritanya. Bodo ah hahaha :p). Terus kita makan jilat-jilat es potong kayak anak SD, memang kita kadang-kadang kena sindrom regresi infantile kayak gitu hehehe. 

Oh iya, sebenernya ini gak penting, kata Rizky waktu kita beli es potong ada mas-you-know-who ngeliatin kita beli es potong. Dia berkesimpulan kalo masnya pengen beli es potong juga tapi jaim jadi gak mau beli (ahelah -_- saya aja gak notice sama sekali karena sibuk ngeliatin es nya hehe. Duh mulai error kan, skiiiiiiiiiiippp!!). Dan sepanjang perjalanan mau ke kosnya Rizky kita malah bahas mas-you-know-who itu haduduh… XD

Nah, sekarang kita balik lagi ke topik. Pas di kosnya Rizky kita memutuskan nonton film. Di flashdisk saya ada The Conjuring, Oblivion, Hensel & Gretel sama Warm Bodies. Dan akhirnya pilihan kita jatuh kepada OBLIVION! Maka kami pun nonton filmnya Pakde Tom Cruise hehehe. ^^

Oblivion. Ya, Oblivion. Kalian pasti tak asing sama judul film ini. Film yang pernah menduduki puncak box office ini mendapatkan rating 7 di IMDb.com. Film yang kata Pakde Wikipedia bergenre post-apocalyptic science fiction ini diambil dari Radical Comic nya Joseph Kosinski. Sutradara yang membuat film ini sama kayak film Tron Legacy. Film ini dibintangi sama Tom Cruise, Morgan Freeman, Olga Kurylenkov, dan Andrea Riseborough. Film ini damn freaking absolutely officially AWESOME! Film ini memakai teknik visual yang benar-benar nyata. Oke, saya memang katrok, tapi kalo menurut saya film ini beda aja sama science fiction yang lain. Selain teknik visualnya yang top banget, ada selipan bumbu-bumbu kisah cinta complicated yang dikemas sangat menarik. 

Oblivion, mengisahkan tentang seorang teknisi bernama Jack Harper (diperankan oleh Pakde Tom Cruise) yang ditugaskan di Bumi untuk memperbaiki Drone (sejenis robot pelacak dan penghancur ‘makhluk asing’) yang rusak di Bumi. Jack Harper ditugaskan bersama partner-in-love-nya, Victoria (Andrea Riseborough). 

Film ini bersetting tahun 2077, dimana Bumi dalam keadaan sangat berantakan dan bagaikan planet mati pasca terjadinya peperangan besar. Seluruh manusia, kata Silvia (komandannya Jack dan Victoria yang berada di Tet), telah dipindahkan ke Titan. Jack, selama tinggal di Bumi, sering dihantui mimpi-mimpi yang terlihat tampak nyata baginya, seperti sebuah kenangan yang telah lama hilang, Tentu saja, karena si Jack ini pernah dihapus memorinya untuk melindungi misi yang sedang diembannya. 

Nah, pada suatu hari, si Jack sedang bertugas mencari Drone yang masih hilang untuk diperbaiki. Sewaktu dia menyusuri seluruh dataran Bumi, tiba-tiba ia menemukan puing-puing pesawat ulang-alik yang terbakar, si Jack pun mendaratkan pesawatnya. Dia sangat terkejut tatkala ia menemukan sekitar lima orang selamat yang terbungkus kapsul tidur. Manusia yang tertidur itu diprogram dalam keadaan tidur delta. Jadi, saat kapsul di buka, ia akan bangun dari tidurnya. Tiba-tiba ia menemukan sebuah kapsul tidur yang bertuliskan J. Rusakova (Olga Kurylenkov), di dalamnya terdapat seorang wanita. Selintas bayangan berkelebat di benak Jack, ia seperti sangat mengenal wanita ini. Ia seperti merasa bahwa wanita itu merupakan bagian kenangan yang telah terhapus dalam memorinya. 

Akhirnya, ia pun membawa pulang wanita itu ke markas sekaligus tempat tinggal sementaranya di Bumi. Betapa terkejutnya Victoria saat partner-in-love nya membawa kapsul tidur berisikan seorang wanita. Victoria seperti juga telah mengenal wanita itu. Lantas? Siapakah J. Rusakova itu?  Bagaimana kelanjutan misi Jack Harper pasca menemukan Nona Rusakova ini? Jika kalian ingin tahu selanjutnya silahkan menonton filmnya sendiri hehe. Saya kasihan kalau nanti kalian sudah terlanjur teracuni dengan spoilers yang melenakan hohoho.

Film ini sangat recommended untuk ditonton, tapi ingat 17 ke atas ya. Huehehe. Oke mungkin cukup sekian Movie Review-nya. Sebenarnya selama liburan saya banyak menonton film tapi karena saya lagi malas menulis reviewnya dan baru sekarang semangat nulis review setelah nonton Oblivion maka saya tidak mengepost review apapun di blog hehehe. Maaf ya, buat pembaca setia blog saya yang selalu menunggu review film-film dan seminar yang saya ikuti. Tapi entah mengapa, akhir-akhir ini lagi tidak mood untuk menulis. Sedang banyak masalah dan banyak tugas kuliah hehehe (duh, maaf ya malah curcol wkwkwk)

Okay sampai jumpa lagi di movie review selanjutnya. Insya Allah saya akan mereview Hensel & Gretel, dengan catatan kalau sudah sempet nonton dan masih semangat nulis hehehe. See ya to the next post! :)

Jumat, 02 Agustus 2013

Workshop Nulis Bareng Bang Alit a.k.a @shitlicious

07:17 0 Comments


Pada tanggal 30 Juli 2013, tepatnya hari Selasa, sehari setelah Temu Kangen dan Buber Kasmaji 2012, saya dan teman saya, Ain, mengikuti workshop menulis bareng Bang Alit, penulis novel SKRIPSHIT. Sebenarnya pembicaranya tidak hanya bang Alit saja, tetapi ada dua pembicara lainnya yang turut serta dalam workshop ini, mereka adalah Mas Doy, seorang penulis novel, dan Mbak Windy, seorang editor dari Gagas Media dan Bukune. Workshop yang bertajuk #CreativeCharity ini memang bertujuan mengajak belajar sambil berbagi, bekerja sama dengan @akbersolo (Akademi Berbagi Solo). Workshop ini diadakan di berbagai kota termasuk Solo, dan Solo merupakan kota terakhir sebagai penutup rangkaian acara #CreativeCharity.

Workshop yang saya ikuti ini GRATIS! FREE! Jadi, sebelumnya kami yang berminat ingin ikut workshop tersebut disuruh mengisi form online yang disediakan oleh @akbersolo. Karena peminatnya sangat banyak sedangkan kuotanya terbatas hanya sekitar 20-40 orang maka penyelenggara melakukan sebuah ‘penyeleksian’ katanya sih gitu, hehehe. Nah, kalau sudah denger kata seleksi itu saya tiba-tiba jadi minder dan kurang percaya diri, dan pas itu juga saya ngisi formnya gak serius hehe. Saya sempet mikir gini, yaudahlah gak kepilih juga gakpapa. Saya mah pasrah aja.

Setelah ‘tragedi’ pengisian form itu saya tiba-tiba lupa begitu saja, karena saya juga lagi sibuk sama target Ramadhan dan event-event nulis yang lain (ceilah sok sibuk banget -_-), hehehe. Nah, saya juga gak pernah ngestalk-in twitternya @akbersolo. Dan, TADA! Suatu malam, tiba-tiba saya dapat SMS dari @akbersolo kalau saya terpilih menjadi peserta workshop nulis bareng Bang Alit! Betapa bahagia tak terkiranya hati saya. Jelas, saya bahagia sekali waktu itu, karena ini adalah pengalaman saya mengikuti workshop menulis. Sebelumnya saya belum pernah sama sekali. Hei ingat, workshop sama seminar beda lho ya! Hehehe. Dalam SMS itu menyebutkan bahwa kami disuruh membawa sumbangan bisa berupa uang atau perlengkapan sekolah yang baru. Jadi kita bayar seikhlasnya saja, karena memang tujuan workshop ini untuk kegiatan amal. Oh iya, workshop ini bertempat di Amarelo Hotel, di seberang Matahari Singosaren. Bagi yang warga Solo pasti tahu Matahari Singosaren, kan? Nah, Amarelo Hotel itu dibangun di bekas tempat toko baju yang sudah bangkrut, Ginza.

Sewaktu akan berangkat workshop, saya merasa sangat malas. Karena semalam saya baru saja ikut Buber Kasmaji, mana sampai jam 21.00, badan saya waktu itu agak masuk angin gara-gara pulang terlalu malam hehe. Nah, karena saya tidak mau rugi juga, saya pun memutuskan untuk tetap berangkat. Saya berangkat dari rumah pukul 13.00, karena di undangannya tertulis pukul 14.00. Hari itu memang panas sekali, terasa menggigit permukaan kulit. Tapi demi mendapatkan ilmu baru, apa sih yang enggak? hehehe. Saya pun mengendarai motor melewati Smansa lagi, kemudian ke Proliman (deket Stasiun Balapan) karena Ain sudah menunggu saya di sana. Kami pun berangkat bersama berboncengan ke Amarelo Hotel.

Sampai di Amarelo sudah pukul 13.55, tapi lagi-lagi saya mendapati pengalaman saya sewaktu Buber Kasmaji 2012, sehari sebelumnya. Lagi-lagi, katanya jam 14.00 dimulai, dan kami harus datang tepat waktu, ternyata masih saja yang datang baru beberapa kepala saja, termasuk kami. Kami pun menunggu dengan sabar. Akhirnya setelah satu jam menunggu, sekitar pukul 15.00, Bang Alit dan kawan-kawan pun tiba. Setelah sebelumnya mereka sempat nyasar karena belum tahu posisi Amarelo Hotel itu di sebelah mana. Saya tahu karena saya mencuri dengar percakapan via ponsel antara panitia dengan Bang Alit cs. Hehehe.

Kemudian acara pun dimulai setelah Bang Alit cs. datang. Tetapi kemudian terjadi kasak-kusuk, filenya Mas Doy (yang sebenarnya menjadi pembicara pertama) raib dimakan anti-virus. Alhasil, akibat kebingungan berkepanjangan itu, acara tambah molor lagi. Setengah jam pun berlalu, Mas Doy pun mengalah, maka ia pun menyampaikan materi tanpa slide. Walaupun tanpa slide tapi itu benar-benar suatu ilmu yang bermanfaat. Mas Doy menjelaskan tentang tulisan Fiksi. Ia menceritakan tentang tips-tips menulis fiksi, macam-macam genre tulisan, cara menyampaikan cerita menggunakan gaya bahasa yang seperti apa, dan lain sebagainya. Kalau saya tuliskan akan panjang sekali, hehe.

Setengah jam kemudian, berganti giliran Bang Alit yang menyampaikan materi. Bang Alit menyampaikan tentang tips-tips menulis, bagaimana supaya pembaca itu tertarik dengan tulisan kita sejak kalimat pertama? Bang Alit menyampaikan materinya dengan gayanya yang kocak dan lelucon cerdas yang membuat kami tertawa terpingkal geli.

Kemudian termin terakhir adalah giliran Mbak Windy. Mbak Windy yang notabene seorang editor tentu saja menjelaskan tentang seluk beluk dunia penerbitan, khususnya penerbitan naskah fiksi layaknya novel. Mbak Windy menjelaskan tentang tips bagaimana supaya naskah kita diterima penerbit, langkah-langkah memasukkan naskah ke penerbit. Dan saya sangat excited dengan materi ini, karena menjawab segala pertanyaan saya yang berhubungan dengan publikasi naskah, hehe. Maklumlah, pengen banget bisa menerbitkan hasil pikiran saya, ingin berbagi pikiran dan kebahagian dengan dunia hehe (ceilah bahasamu, Mus…).

Oh iya, di sini saya juga ingin berbagi ilmu tentang workshop kemarin untuk para pembaca yang budiman, khususnya yang merupakan para penulis pemula yang baru saja belajar (seperti saya ini, hehehe). Saya hanya menuliskan beberapa materi saja, karena kalau ditulis semua bisa panjang dan saya juga capek ngetiknya.

Ini materi dari Bang Alit:

Nulis Asik yaitu membuat tulisan yang membuat pembaca itu gak bosen membaca tulisan kita dari awal sampai akhir tanpa skip. Selain membuat pembaca tidak bosan tentunya juga supaya kita, sebagai penulisnya, merasa enjoy saat menulis cerita tersebut. Maka untuk menciptakan itu, ada tips-tips pra-menulis dari Bang Alit:

  1. Sebelum menulis kita harus mengenali diri sendiri.
Kita harus bisa mengenali gaya menulis kita, gaya bahasa apa yang sering kita gunakan dan membuat kita nyaman dalam menulis. Sebagai seorang penulis, kita tidak boleh mengikuti gaya penulisan penulis favorit kita. Ciptakan gaya menulis kita sendiri. Menulis yang baik adalah, menulis yang membuat nyaman dan kita tidak bosan melakukannya.

  1. Sebelum kita melakukan sesuatu pikirkan manfaatnya untuk orang lain.
Kalau menurut Bang Alit: “Jangan mikirin royalti!”. Karena apa? Karena kalau kita menulis dan terlalu fokus pada royalti, ketika kita mendapatkan royalti yang tidak sesuai dengan harapan kita (misalnya nilainya lebih kecil, serasa kurang seimbang dengan hasil kerja keras kita), maka hal tersebut akan menyebabkan kita jadi kapok untuk berkarya atau kurang bersemangat dalam berkarya. Jadi, royalti itu belakangan, lakukan yang terbaik itu yang paling penting :).

  1. Inspirasi
Nah, sebelum menulis cerita pastinya kita membutuhkan inspirasi. Inspirasi itu sebenarnya ada di mana saja, tapi kita belum menyadarinya. Inspirasi itu bisa datang dari diri sendiri ataupun orang lain. Kalau misalnya kita mendapatkan inspirasi yang tiba-tiba, segeralah catat ide itu, apapun itu langsung catat! Jangan malas melakukannya! Peristiwa di sekitar kita bisa kita jadikan inspirasi asal kita lebih jeli melihatnya daripada orang lain.

  1. Emosional
Sebelum menulis kita juga melibatkan sisi emosional dalam diri kita. Misal, kemarahan, ketakutan, kesukaan, kebencian, keresahan. Tujuannya supaya tulisan yang kita hasilkan juga dapat dirasakan juga oleh pembaca, jadi feel-nya dapet, hehehe.

  1. Swap.
Swap, menukarkan seorang tokoh di kondisi yang salah dan waktu yang salah. Biasanya ini ada di tulisan komedi. Misal:

Kondisi yang salah:

Syahrini terlihat anggun dengan pakaiaannya yang glamour dan blink-blink, tak lupa jambul khatulistiwa menghiasi rambutnya, serta bulu mata anti badainya yang mengganggu pandangan mata, melambai seiring dengan gerakan tubuhnya yang tergopoh-gopoh mengangkat sejumlah beban yang terlihat sangat berat. Peluhnya menderas menyebabkan maskaranya luntur dan make up-nya berantakan, rupanya Syahrini sedang kerja part-time di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai kuli angkut, karena sampai saat ini tidak ada satu stasiun televisi pun memberinya orderan menyanyi. (Maaf ya absurd banget ini, ga biasa nulis komedi, hahaha).

Waktu yang salah:

Syahrini bernyanyi dengan suara yang mendayu-dayu manja, membuat seluruh makhluk hidup yang mendengarnya terdiam. Tak ada seorang manusia purba pun di sana, apalagi manusia modern, yang ada hanyalah sejumlah spesies dinosaurus yang memandangnya takjub (atau mungkin geram). Saat Syahrini mencoba bernyanyi dengan nada falsetto, seekor T-Rex berlari menghampirinya kemudian menerkamnya. Mungkin T-Rex itu nge-fans sekali dengan Syahrini. (Hahaha, bukan penulis komedi jadi garing banget -_-).

Kemudian setelah melakukan persiapan Pra-Menulis, mari kita Start writing!

  1. Hook: memancing
Sebelum memulai menulis cerita, kita harus memikirkan bagaimana cara menarik pembaca supaya dari kalimat awal mereka tertarik untuk menyelami lebih dalam tulisan kita. Maka, awali paragraf pertama tulisan kita dengan kalimat yang memancing rasa penasaran pembaca. Bisa memulai dengan action yang membuat penasaran. Contoh (saya pakai contoh tulisan saya “The Last Two Years”, maaf kalau ga penasaran hehe):

“AWAS!” teriakan seorang wanita membelah keheningan malam. Lelaki pirang itu tak menggubrisnya terus saja ia berjalan cepat tanpa memedulikan teriakan itu. Ia berusaha berlari meraih kotak merah itu. Sedetik kemudian…

Kalau mau membaca lanjutannya klik di sini.

  1. Delivery: menyampaikan
Membuat pembaca supaya bisa masuk ke dalam imajinasi penulis. Jadi seperti menyamakan persepdi pembaca dengan persepsi penulis. Cara menyampaikan cerita ada dua cara:
-  Telling: menyampaikan seperti bercerita langsung kepada sesorang yang memang sudah kenal dengan kita. Contoh:

Ayahku seorang kuli bangunan. Kemarin ia pulang terlihat sangat letih sekali. Bajunya kotor dan sepatunya penuh dengan percikan semen yang sudah mengering.

-  Showing: menunjukkan kondisi dengan sesuatu secara DETAIL. Biasanya digunakan untuk pembaca yang memang belum kenal dengan penulis. Contoh:

Malam itu, ayahku pulang dengan raut wajah letih. Gurat-gurat penuaan pada wajahnya terlihat semakin menonjol di antara tulang pipinya yang terlihat kurus. Wajahnya yang hitam legam karena saban hari selalu bermandikan teriknya raja siang berusaha menyembunyikan keletihannya. Ia tersenyum memandangku, sisa-sisa ketampanan masa mudanya masih terlihat jelas meski umurnya yang sudah kepala lima itu melunturkan lapisan kolagen pada kulit pipinya. Ia duduk bersandar di sofa tua yang sudah sobek di sana sini. Sepatu bootsnya tampak kotor terkena percikan semen yang sudah mengering, bajunya terlihat kusam terkena debu-debu serpihan kayu dan butiran pasir yang menempel tipis pada serat kainnya. Aku duduk di sampingnya seraya meletakkan segelas teh hangat kental di atas meja. Ia meraih teh hangatnya dan meneguknya untuk melepaskan dahaga yang sedari tadi menggelayuti kerongkongannya.

Bisa dibedakan, lebih dapet feel-nya yang bagian mana? :)

Kalau dalam penyampaian menggunakan dialog juga ada dua cara:

-      Telling:

“Kau sendirian di sini?” tanya gadis asing itu.
“Uh… eh… menurutmu?” jawab Kian datar.
“Boleh, kan, kalau aku duduk di sini?” Gadis itu tersenyum. Kian hanya terdiam lantas mengedikkan bahunya.
“Terima kasih” sahutnya lagi sambil tersenyum tipis.
“Eh… aku harus memanggilmu siapa?”
“Annabeth…” jawabnya, “kau sendiri?” tanyanya kemudian.
 “Kian. Kian Egan…”

-     Showing: diambil dari “The Last Two Years”

…………………
“Kau sendirian di sini?” suara lembut asing mengagetkan Kian. Daun Maple itu perlahan terlepas dari tangannya, lantas kepalanya menoleh mencari sumber suara itu. Seorang gadis tinggi semampai berdiri di belakangnya seraya tersenyum ramah. Rambut panjang coklat sepunggungnya terurai menjuntai indah.
“Uh… eh… menurutmu?” Kian memasang wajah datar sambil mengamati dari ujung kaki sampai ujung kepala gadis itu. Siapa gadis ini?, pikirnya.
Gadis itu tersenyum lagi, lantas duduk di samping Kian sambil menyelonjorkan kedua kakinya. “Boleh, kan, kalau aku duduk di sini?” ujar gadis itu kemudian. Kian hanya memandang gadis itu datar kemudian menaikkan kedua alisnya dan mengedikkan bahunya. Gadis itu tersenyum, lagi.
“Terima kasih” sahutnya sambil tersenyum tipis.
Gadis itu mengeluarkan buku gambar sketsanya dan peralatan menggambarnya. Ia perlahan mulai menggoreskan tipis ujung runcing pensilnya di atas buku gambarnya yang masih putih bersih itu. Kian sedari tadi memandang penuh tanda tanya kepada gadis itu. Suasana seketika hening sampai tatkala Kian membuka percakapan.
“Eh… aku harus memanggilmu siapa?” ujar Kian, masih dengan wajah datar menyembunyikan kebingungan dan rasa penasaran terhadap gadis itu.
“Annabeth…” jawabnya singkat tanpa mengalihkan pandangannya dan ujung pensilnya dari buku gambar. “Kau sendiri?” lanjutnya tiba-tiba lantas memandang sekilas kepada Kian yang masih mengamatinya. Kemudian pandangan matanya sekejap beralih ke buku gambarnya lagi.
“Kian. Kian Egan…” jawabnya seraya mengalihkan pandangan matanya ke gitarnya kemudian meraihnya kembali, memangkunya. 
………….

Nah, sekian postingan kali ini, mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan. Sebenarnya masih banyak materi yang gak kalah keren dari ini, terutama punya Mbak Windy, tentang tata cara penerbitan naskah novel. Tapi apadaya, karena tangan saya capek ngetiknya. Bagi yang mau tahu lebih lanjut boleh hubungi saya. Okay, see ya to the next post… :)

P.S: Maaf postingnya telat dua hari dari waktu yang direncanakan. Biasalah kemarin lagi gak mood nulis nih hehe.

Selasa, 30 Juli 2013

Temu Kangen dan Buber Kasmaji 2012

09:01 0 Comments


Buka Bersama adalah acara yang serasa menjadi trending topic seantero Indonesia jika telah memasuki bulan Ramadhan. Yap, ada yang buka bersama bareng temen sekantor, ada yang buka bersama bareng temen satu kelas di sekolah, ada yang buka bersama antar bermacam-macam klub, ada yang buka bersama satu angkatan di kampus, ada yang buka bersama satu keluarga, dan ada juga yang buka bersama satu kampung. Nah mungkin yang saya sebutkan di atas terlalu mainstream, biasanya kalau yang anti-mainstream itu buka ‘bersama’ di masjid dengan tujuan supaya dapet takjil gratis -_-. 

Pun tidak ketinggalan pula kami. Iya, kami adalah para manusia-manusia yang mengikuti trend buka bersama di penghujung bulan Ramadhan ini. Biasanya semakin mendekati akhir Ramadhan agenda buka bersama serasa mengejar-ngejar laksana debt collector yang sedang nagih utang. Yang buber angkatan kampus lah, yang buber klub apaan lah, yang buber ini lah, itu lah, mana sekarang sedang tanggal tua. Kalau lagunya Vidi Aldiano itu Cemburu Menguras Hati, nah kalau buber di penghujung bulan Ramadhan yang bertepatan dengan tanggal tua menuju tanggal muda, kalau dibikin lagu pasti judulnya Buber Menguras Dompet. Pasti pada setuju, kan? Harus setuju! Huehehe. 

Nah, hal itu pula yang (mungkin) sedang terjadi pada kami. Kami dengan tertatih-tatih harus menghitung satu persatu uang kami supaya tidak defisit akibat agenda buber yang kian hari kian menumpuk (ini kenapa malah jadi curhat sih, elaaahhh). Dan, daripada terlalu lama saya mengumbar elegi menjelang buber dan yang pasti gak akan selesai-selesai kalau tidak segera dihentikan, lebih baik kita menuju ke topik utama, hehehe.

Kemarin, tanggal 29 Juli 2013 adalah hari spesial dan mengesankan menurut saya. Yap, hari Senin kemarin adalah acara Buka Bersama satu angkatan untuk Kasmaji 2012 yang dibalut dengan Temu Kangen (kata admin @kasmaji12 sih gitu, hehe). Yup, pada postingan kali ini saya ingin membuat postingan tentang acara buber yang emang tidak biasa ini. Tapi sebelumnya, mari kita flashback dulu. 

Nah, sewaktu undangan buber satu angkatan ini menyebar laksana radiasi nuklir di seluruh jejaring sosial, mulai dari twitter, facebook, whatsapp, line, dan SMS, saya pun mendadak galau. Bukan galau karena mau ketemu mantan gebetan. Bukan, bukan itu (lagian juga gak ada gebetan ataupun mantan gebetan). Tapi galau karena harus menganggarkan uang lagi. Iyalah, soalnya saya sudah terlanjur menganggarkan mau ikut Seminar Internasional sama Bedah Buku #UdahPutusinAja-nya Felix Siauw hehe. Maka dari itu saya harus benar-benar berhati-hati dalam pengeluaran akhir bulan saya ini, hmmm. Saya bingung dan galau mau ikut buber Kasmaji atau enggak. Maka dari itu saya pun meng-SMS dan me-Whatsapp teman saya (bukan sekelas waktu SMA), sebut saja A dan I, keduanya cewek, satu universitas juga.

Pertama-tama saya meng-SMS dan me-Whatsapp si I, saya tanya dia, apakah dia mau ikut buber atau tidak. Kenapa saya SMS I? Karena biasanya anak ini yang paling semangat kalau ada acara makan-makan, buber, ketemu temen, dan sejenisnya, hehe. Makanya saya memberanikan diri meng-SMS I dengan tujuan mendapatkan jawaban se-obyektif mungkin (dan juga cari barengan berangkat hehehe). Nah, pucuk dicinta ulam pun tiba, dia pun mereply Whatsapp saya, dia jawab: “Enggak ah, Mus. Aku lagi males, lagi ngurusin Osmaru juga”. Kemudian saya reply lagi, saya bujuk dia supaya ikut: “Ayolah, nanti kita kan bisa ketemu temen-temen,” dengan nada mengiba. Tapi dia tetep kekeuh tidak mau ikut buber. Yasudahlah, akhirnya saya pun berganti me-Whatsapp si A. Dan, sialnya, dia juga tidak mau ikut. Hiks, dia hanya berencana ikut buber dengan teman-teman sekelasnya waktu kelas sepuluh saja. Karena mendapat jawaban seperti itu, laksana teori konformitas dalam buku David G. Myers, saya memutuskan mending gausah ikut buber aja (dengan perasaan masih ngganjel).

Di tengah kegalauan itu, saya pun membuka-buka facebook dan twitter, sama mau ngecek notifikasi atau siapa tahu ada yang mention akun twitter saya gitu hehe. Karena tidak ada yang mention saya, saya pun buka-buka home twitter, baca-baca tweet-tweet following saya. Nah, tiba-tiba mata saya tertumbuk pada tweet-tweetnya @kasmaji12. Tweetnya berisi ajakan supaya teman-teman pada ikut buber. Bukan ajakan biasa, tapi dengan selipan tweet-tweet melankolis ala @kasmaji12 hehe. Sepanjang malam itu mereka mengetweet kata-kata mutiara menyentuh hati, yang semakin menambah kegalauan saya. Saya pun ingat, saya juga pengen banget ketemu temen-temen saya yang merantau, karena udah lama gak ketemu, lagipula ketemu satu angkatan kapan lagi kalau bukan pas acara itu? Kemudian saya pun SMS temen-temen sekelas saya waktu kelas 12, dan ternyata mereka banyak yang ikut! Maka akhirnya saya pun memutuskan untuk ikut buber, hehehe (konformitas lagi -_-).

The day comes closer. Tibalah hari itu, hari Senin tanggal 29 Juli 2013. Karena di undangannya tertulis dimulai pukul 16.00, saya berangkat dari rumah pukul 15.30, setelah sebelumnya menunaikan sholat Ashar di rumah. Saya berangkat dengan mengendarai motor sambil membawa whatthefun tikar ini, karena memang per kelas disuruh bawa tikar buat duduk sekelas. Oh iya hampir lupa, karena acaranya ada di pelataran SMA saya yang biasanya dipakai untuk upacara, maka memang perlu tikar sebagai alas duduk secara lesehan.

Tibalah di SMA saya, saya lihat sekilas, masih lengang. Terlihat masih belum ada persiapan sama sekali di pelataran SMA, hanya ada beberapa anak laki-laki berusia 17-an sedang bermain basket di pelataran dan beberapa adik-adik SMA yang masih duduk-duduk nongkrong di gerbang depan, (mungkin) sambil menunggu jemputan. Saya merasa absurd karena repot banget bawa tikar ini, maka saya pun memutuskan menunggu di depan SMAN 2 Solo yang terletak bersebelahan dengan SMA saya. Saya SMS-an sama temen saya, eh malah ada yang masih di rumah, ada yang masih mandi, dan bahkan ada yang belum mandi. Hmm, padahal jam sudah menunjukkan pukul 15.55, tapi tanda-tanda kalau bakal diadakan acara buber masih belum nampak terlihat. Hmm… memang ternyata bukan waktu SMA saja saya datang terlalu pagi dan yang paling awal, waktu buber pun saya juga datang paling awal (untuk kategori peserta a.k.a tamu, maksudnya), saya kira jam segitu sudah open mic atau apalah itu namanya, ternyata belum ada sama sekali. Saya sempat su’udzon, kalau jangan-jangan saya dikerjain, atau jangan-jangan ada jarkom dadakan yang menginfokan kalau tempat buber dipindahkan tapi saya gak dapet jarkom, bzzzz.

Kemudian saya pun memindahkan motor bersama whatthefun tikar saya ini ke depan gerbang Smansa. Waktu berjalan sangat cepat, sudah pukul 16.15. Tapi teman-teman saya yang memang tergolong kategori ngareters deadliners masih belum terlihat batang hidungnya. Panitia sudah satu persatu melakukan persiapan awal, baru menggelar tikar -_-. Saya menunggu di motor, ketemu Anggra, tapi kemudian si Anggra main ke SSCI (tempat les) karena masih sepi. Dan alhamdulillah, tak lama berselang datanglah AJ, kemudian datanglah Luthfi, kami bertiga duduk-duduk di depan gerbang sembari menunggu panitia menyelesaikan pendekorasiannya. Tak lama datanglah Upik a.k.a Ulfah. Kemudian Endah, Novian dan Isti, lalu kami pun memarkir motor bersama-sama di parkiran dalam Smansa. Rasanya berasa balik SMA lagi karena parkir di parkiran itu :’). Hiks.

Di halaman Smansa pun sudah penuh teman-teman yang saling melepas kangen dan rindu. Saling berbagi cerita, bercanda, mengulang kekonyolan semasa SMA, saling berpelukan (cewek sama cewek lho ya, kalo cewek sama cowok bukan mahram -_-). Udah berasa reuni beneran ini, padahal baru aja setahun gak ketemu, tapi berasa lamaaaaaa banget. Itulah, We may have so many new friends, but old friends are unreplaceable. Karena acara menggelar tikar, dan panggung sederhana di bawah beringin keramat Smansa yang terkenal seantero Solo itu (lebay banget! :p) sudah selesai ditata, kami pun duduk di tikar sembari menunggu kedatangan teman-teman yang lainnya. Yap, suasana nostalgia mengulang masa SMA pun terasa, duduk lesehan beralaskan tikar sederhana beratapkan langit senja yang hampir beranjak petang. Walaupun kami tidak duduk di atas kursi empuk hotel, restoran mewah ataupun kapal pesiar, tapi kami sudah cukup bahagia mengadakan acara di halaman sekolah kami yang selalu kami rindukan suasananya. Kami (para cewek) saling berdesas-desus (kebiasaan jaman SMA) mengomentari penampilan masing-masing teman kami. Ada yang dulunya biasa aja sekarang tambah gemuk makmur bahagia sejahtera, ada yang dulunya gemuk kemudian jadi lebih kurusan walaupun dikit, ada yang udah gemuk dari dulu sekarang tambah bengkak, dan ada pula yang dulunya udah kurus gara-gara kuliahnya berat kali ya jadi semakin kurus (no offense pokoknya dah :p). Tapi ada juga yang badannya masih tetap sama semenjak lulus sampai sekarang. Kami saling berhaha-hihi menertawakan penampilan masing-masing, benar-benar mengulang kekonyolan masa SMA :).

Pertama-tama acara dibuka oleh MC dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, Burhan. Kemudian setelah itu datanglah dua MC kocak itu, Faisal dan Ivan, bersamaan dengan itu datang bergelas-gelas teh hangat dan makanan pembuka a.k.a dessert (sok American style nih saya -_-). Karena sudah waktunya berbuka kami pun minum teh dan makan ditemani dengan dagelan srimulat ala stand up comedy dua MC yang lawakannya bikin keselek orang makan hahaha.

Setelah makan dessert sebagai ritual pembatalan puasa, kami pun menuju ke dalam Smansa untuk melakukan sholat Maghrib di masjid yang selalu saya rindukan :’). Memasuki bagian dalam Smansa memang tidak banyak berubah, hanya warna cat-nya saja yang terlihat semakin mengkilap, karena baru saja dicat ulang. Seperti biasa, suasana sekolah berwarna hijau muda itu selalu bersih dan tamannya tampak asri terawat :’). Bener-bener kangen Smansa!!! :”””)). Masjid pun juga tak banyak berubah, masih dengan karpet hijau tua dengan tempelan lakban hitam supaya shofnya lurus. Masih dengan tempat wudhu berubin hijau, masih dengan lemari mukena yang tempatnya belum dipindah lagi semenjak saya lulus. Masih dengan perpustakaan masjid yang tempatnya masih di situ hehehe. Rindu saat-saat sholat Dhuha, Dhuhur, dan Ashar di sana :’). Rindu saat-saat menjelang ujian selalu nongkrong di mushola, belajar sama temen-temen :’). Yap, masjid akhwat di lantai dua sedangkan masjid ikhwan di lantai bawah. Suasana Smansa senja itu yang biasanya tampak seram karena bangunannya yang memang bekas rumah sakit Belanda, tapi pada saat itu serasa memutar selaksa memori saat berjalan dan memandang koridor kelas, malah terasa syahdu hehehe.

Setelah kami selesai menunaikan sholat Maghrib kami pun kembali ke pelataran Smansa untuk menikmati hidangan berbuka puasa lagi. Dan, makanan kedua adalah…. *drums roll* SOP! Haha, saat beberapa petugas catering berseragam merah membagikan sop, saya pun berkata dalam hati, ini berasa di tempat mantenan ya, hehehe. Sembari makan kami pun dihibur dengan alunan musik akustik. Pertama, mereka menyanyikan lagu bahasa Jawa, saya gak tahu judulnya dan kemudian lagu kedua mereka menyanyikan Lucky, lagunya Jason Mraz ft. Colbie Caillat. Setelah akustik selesai, sambil menunggu adzan Isya’, dua MC kocak kembali lagi ke atas panggung dengan menampilkan stand up comedy yang membuat kami tertawa terpingkal-pingkal sampai sakit perut. Satu komentar untuk lelucon mereka, KERAS! Leluconnya keras sekali, dari yang nyindir-nyindir panitia lain, nyindir-nyindir peserta, saling membuat lelucon untuk para peserta lainnya, dan jenis-jenis banyolan yang membuat teman yang duduk di samping saya tertawa terpingkal-pingkal sampai adzan Isya’ berkumandang, hahaha. Kemudian acara dipending sejenak untuk menunaikan sholat Isya’.

Oh iya satu dagelan yang saya ingat adalah saat MC mengangkat tinggi-tinggi sebungkus tahu tuna yang katanya asli Pacitan itu sembari berseru (bahasa yang semula bahasa Jawa sudah dialihbahasakan)

“Siapa yang mau tahu tuna Pacitan, ayo ngacung!” tak lama kemudian ada seorang cewek dari kejauhan mengangkat tangan, kemudian disuruh maju oleh peserta, cewek itu bernama Vita.

“Ini tahu tuna dari Izat, lho” sang MC berkata.

Tiba-tiba si Vita nyeletuk kepada MC-nya: “Lha Izat nya mana?”

Kemudian MC pun mulai melancarkan dagelannya: “Lha kamu sebenernya mau tahu tunanya apa mau Izat-nya?” Eaaaaaa seluruh penonton langsung menyoraki sambil tertawa terpingkal-pingkal.

Kemudian MC pun memangil Izat: “Zat, kamu ke sini dong!” Izat pun maju. Pada saat itu juga dua MC kocak itu berlari meninggalkan dua orang itu di depan dan membiarkan mereka berdua kebingungan sambil tersenyum malu di depan ratusan kepala yang tertawa terpingkal-pingkal melihat ulah duo-MC dan dua korbannya itu. Suasana Smansa malam itu riuh memecah jalanan Monginsidi yang sudah mulai lengang.

Setelah selesai melakukan sholat Isya’, saatnya kami makan besar sembari dihibur dengan musik-musik akustik, mereka menyanyikan lagunya Gigi yang religi (saya lupa judulnya), kemudian lagunya Mr. Big – To be With You, Chrisye – Kangen, dan kemudian Payphone-nya Maroon 5. Mereka yang nyanyi tentu saja suaranya bagus-bagus membuat suasana acara buber beratapkan langit malam berhiaskan bintang gemintang semakin syahdu hehehe.

Kemudian dilanjut dengan acara stand up comedy lagi dan pembacaan quote-quote anak Kasmaji 2012 yang sudah mengirimkan quotenya ke akun twitter @kasmaji12. Sang MC pun memilih empat quote terbaik yang kemudian disuruh maju ke depan untuk bermain game. Gamenya ala-ala Eat Bulaga dan itu absurd banget. Hahaha. Permainan ini terdiri dari dua orang saling berhadapan, salah satu bertugas menebak kata-kata dan menanyakan cluenya dan yang lain hanya boleh menjawab: “iya”, “tidak”, “bisa jadi”. Karena gak punya topi kayak Eat Bulaga maka mereka hanya pakai selembar kertas dengan ditulisi kata-kata kemudian MC memegangi kertas itu di atas kepala anak yang disuruh menebak kata itu. Permainan itu sukses membuat tertawa terpingkal-pingkal karena tingkah para pemainnya yang sama absurd-nya dengan MC nya hahaha. (Aduh maaf ya mas MC, hehehe). Permainan Eat Bulaga itu bersamaan dengan es buah yang dikeluarkan pada penghujung acara (benar, positif! Mirip acara mantenan :D).

Acara selanjutnya dilanjut dengan kesan pesan salah satu perwakilan Kasmaji yang dipanggil oleh MC, kemudian acara ditutup dengan penampilan ‘band’ paling bikin ngakak, karena sumpah gemblung, gendeng, dan wuedyaaan banget! Hahaha. Kenapa gemblung? Karena mereka menampilkan ‘band’ dengan ‘alat musik’ ala kadarnya. Iya, ala kadarnya. Karena alat musik mereka terbuat dari kardus! Gitar dan drum yang terbuat dari kardus dan masih mending kalo bentuknya masih kaku, lha ini, udah letoy gitu kardusnya. Sampai temen-temen semuanya pada ngakak-ngakak saking lucu banget. Nah, kalau alat musiknya dari kardus, pasti gak bisa bunyi, kan? Iya maka dari itu, mereka pakai musik dari laptop yang dicolokkan ke speker. Hahaha. Iya, benar sekali, LIPSYNC ala dagelan hahaha. Nah, musik pun dinyalakan dari laptop pastinya, sang gitaris gadungan pun beraksi sok-sokan main gitar ala gitaris professional, tentu saja dengan gitar kardusnya hahaha XD. Kemudian drummer gadungan juga sok-sokan beraksi layaknya drummer sungguhan, dan lucunya bisa pas gitu sama musiknya hahaha. Pada saat musik yang genrenya rock cadas itu mengalun dan para musisi lipsync beraksi menggila di depan ratusan kepala yang terperangah antara takjub dan geli, tiba-tiba musiknya tersendat-sendat dan berhenti, karena colokannya tidak tercolok dengan pas. Sontak semua penonton tertawa terpingkal-pingkal, saya pun sampai sakit perut gara-gara terlalu lama ketawa. Eh, tapi walaupun musiknya lipsync tapi mereka nyanyinya enggak lipsync lho, hahaha. Kemudian lagu pun diulang lagi, sampai selesai dan seluruh penonton riuh menyoraki dan bertepuk tangan untuk ‘band’ dagelan ini. Hahaha.

Kemudian setelah lagu pertama selesai, mereka melanjutkan dengan bernyanyi lagu absurd sedunia. Bagaimana gak absurd? Masalahnya, mereka berganti genre dari cadas ke dangdut koplo ala OM SERA. Mana pembukaannya ala-ala pertunjukkan dangdut koplo di alun-alun kabupaten gitu. Hahaha XD.

“Semuanya yang di sini yang di sana mari bergoyang yoookk…” kurang lebih seperti itu, saya juga gak begitu denger sih hehehe ._.v

Mereka menyanyikan lagu dangdut koplo, kalau gak salah denger judulnya Terminal Rejosari. Saat musik dangdut koplo mengalun, semula mereka (pemain ‘band’) yang berperilaku cadas langsung berubah joget-joget dangdutan koplo. Benar-benar menggila kayak nonton konser dangdut koplo. Mana beberapa cowok ada yang ikut maju ke depan bertingkah ala-ala tukang sawer masukin duit ke bajunya pemain ‘band’ atau ngelempar-lempar uangnya ke para pemain ‘band’ wahahahaha. Semua penonton tertawa terpingkal-pingkal saking lucunya tingkah mereka yang wuedyan banget hahaha. Haduh buber kali ini gak kenyang sama makanannya tapi malah kenyang sama dagelannya. Acara pun ditutup pada pukul 21.00 karena sudah diultimatum disuruh pulang sama Pak Yamto penjaga sekolah hahaha XD.

Oke, mungkin cukup segini dulu postingan saya kali ini karena udah panjang banget kayak cerpen. Oh iya, hari ini jam 14.00 saya mau ikut workshop nulis bareng @shitlicious di Amarelo Hotel, deket Matahari Singosaren, Jl. Gatot Subroto. Insya Allah besok akan saya posting pengalaman saya ikut workshop nulis yang notabene saya baru pertama kali ikutan workshop nulis hehehe. Okay, see ya to the next post… :)



P.S: Foto menyusul ya guys, soalnya gak punya dokumen fotonya hiks :’(

P.S.S: Bagi yang belum tahu, dagelan itu artinya guyonan, lelucon.