Kamis, 08 November 2012

Dear Westlife...... :)

15:57 0 Comments

Dear Westlife
When the whole world hear your voice, it sounds like you can CHANGE THE WORLD
When I hear your voice, it feels like I could FLYING WITHOUT WINGS
And when I’m lonely, your songs make me SAFE
And trust me, MY LOVE for you is UNBREAKABLE

Westlife,
I HAVE A DREAM, I can meet you directly
And I’m still fight to make my DREAM COMES TRUE
I know that: NOTHING IS IMPOSSIBLE
And I hope, there is a MIRACLE which help me to REACH OUT my dream


P.S: Dear Westlife this is originally made by myself. Thanks for make my life colourfull with your lovable and great songs. Westlife always in my heart.

By: @RifarfichiWL

***


On the LAST MILE OF THE WAY, I found the LIGHTHOUSE, and I saw the BEAUTIFUL WORLD, suddenly the sky was WIDE OPEN, when I heard the sound of the POET’S HEART

P.S: This is my story about my fave songs in the GREATEST HITS Vol .2, I really love your music style on each your album. I always love Westlife so much. Never forget you.

By: @RifarfichiWL

***

Violets are blue, roses are red
I felt blue, when I heard: Westlife will separate
Roses are red, violets are blue
I was sad, when Westlife said that’s true

P.S: Dear Westlife, this is the sound of my deepest heart :’(
But I can’t change your mind, and I hope it would be better for you and your family and the people around you.
We are (Westlife Fans) never replace your place in our heart

By: @RifarfichiWL

***

Jumat, 05 Oktober 2012

The Most Recommended Books

15:07 0 Comments


Ini nih buku-buku yang recommended banget buat ngisi liburan panjang kamu hehe. Let’s capcuss out :
1.       Agatha Christie: Hercule Poirot
 Yang suka sama genre cerita detektif, novel ini most recommended banget deh bagi para detective novel addict. Sebenernya novel Agatha Christie tuh banyak banget yang Hercule Poirot series, ceritanya ya tentang pemecahan sebuah kasus pembunuhan. Ada juga seri Agatha Christie tentang pasangan suami istri agen rahasia yang diutus selama masa Perang Dunia. Dan ada juga Miss Marple series (kalo yang ini ceritanya tentang ibu-ibu tua yang bisa memecahkan kasus pembunuhan). Latar belakang pada novel Agatha Christie ini memang kebanyakan berlatar di Inggris dan selama masa Perang Dunia karena si Agatha Christie adalah novelis yang hidup di abad 20 selama masa Perang Dunia.


2.       Sherlock Holmes (Sir Arthur Conan Doyle)
Novel detektif abad 19 ini memang terkenal banget karena jalan ceritanya yang keren dan teknik pemecahan kasusnya yang bikin setiap orang yang baca pasti ga akan mau berhenti sampai kasusnya selesai. Novel ini juga pernah di filmkan pertama kali pada tahun 1930an. Dan pada tahun 2009 (kalo ga salah) juga difilmkan lagi.  Menurut sebuah situs, Sherlock Holmes juga kalo ga salah tahun 2011 juga dibuat filmnya, dan ada juga seri televisinya yang terdiri dari 4 episode tiap season. Yang pecinta novel detektif atau film detektif pasti ga sabar pengen baca dan nonton filmnya.




3.       Breaking Dawn (Stephenie Meyer)
Whooohooo…! Emang sih enakan nonton filmnya yang part 2 bulan November 2012 nanti daripada baca novelnya hahaha. Tapi kalo yang penasaran ama ending ceritanya Breaking Dawn dan kelamaan kalo nunggu filmnya keburu karatan, maka novel Breaking Dawn lah solusinya. Breaking Dawn ini juga sangat enak dibaca karena Stephenie Meyer tu novelis yang pinter mendeskripsikan latar peristiwa dan perasaan si Bella Swan ini. Novel yang menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku utama ini memang bikin pembacanya bisa langsung menyatu sama karakter di novel ini (jadi berasa Bella Swan wkwkw). Karena cara pendeskripsiannya yang sangat memukau (halah). Walaupun saya baca yang Indonesian version tapi kayaknya modelnya masih sama tuh kalo saya bandingin sama novel English version nya. Bagi Twihards (pecinta Twilight Saga) pasti udah khatam baca novelnya nih, so ga akan penasaran lagi sama endingnya. Mungkin cuma penasaran ama anaknya Bella Swan, si Renesmee ini gimana ya mukanya, terus Edward jadi tambah ganteng ga ya wkwk. 

4.       Harry Potter and The Deathly Hallow (JK. Rowling)
Bagi para Harry Potter Freak atau Potterhead (atau apalah sebutannya bagi pecinta Harry Potter) buat bernostalgia, ga ada salahnya buka-buka lagi novel Harry Potter seri terakhir ini. Kalo menurut saya novel terakhir ini lebih seru, terutama di bagian perang Hogwarts. Emang sih saya baca buku ini hampir 3 bulanan gara-gara tebel banget 999 halaman, dan saya waktu itu bacanya pas SMP hehehe mana pinjem lagi (ga modal wkwkwk). Nah sambil mengisi waktu senggang selama liburan kan bisa tuh sambil baca-baca, sekalian sebagai pemanasan otak biar ga nge hang gara-gara kelamaan ga dipake wkwkwk. Mungkin setelah kamu baca buku ini jadi terinspirasi bikin cerpen atau novel, dengan catatan no plagiarism! 


5.       Chicken Soup (Dale Carnegie cs.)
Pasti kalo liat judulnya pada langsung bilang, “Ah apaan nih, resep makanan doang, ga seru malah bikin ngiler”. Eits tunggu dulu teman! Ini bukanlah jenis buku resep makanan biasa tapi jenis buku resep hidup supaya lebih bermakna. Yap, buku ini berisi cerita-cerita inspiratif yang sangat memotivasi pembacanya supaya lebih memaknai apa itu hidup. Dan kalo kita baca buku ini, dijamin bakal jadi manusia ter-wise deh. Bahkan menurut beberapa responden yang saya wawancarai (ceilah sok jurnalis) menurut mereka saat mereka baca Chicken Soup kadang-kadang sampe nangis terharu saking bagusnya ceritanya. Chicken Soup ada beberapa seri: Chicken Soup for Teenages’ Soul, Chicken Soup for Pet Lovers’ Soul, Chicken Soup for Sisters’ Soul dan masih banyak lagi, ada pula Chicken Soup buat suami istri, wanita muda, dan lain-lain.
6.       What if…?
Buku ini adalah sekumpulan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin jika pertanyaan ini ditanyakan ke kita pasti pada jawab: “Apaan tuh? absurd banget pertanyaan lu, ya gak taulah gue!” Hahaha, buku ini cocok bagi para kutu buku yang haus pengetahuan tentang sesuatu (seperti saya mihihi). Di buku ini berisi jawaban dari pertanyaan: “Bagaimana seandainya kamu mengikat 150 balon berisi helium pada kucingmu seberat 2,5 kg, apakah ia akan melayang?”, “Bagaimana jika kita menelan silicon gel?”, “Bagaimana jika kita berada di dalam lift, kemudian tiba-tiba kabelnya putus?” “Bagaimana seandainya jika saya memasukkan gula di dalam tangki bensin?” Nah absurd kan, jadi buku ini recommended banget buat yang sangat-sangat penasaran sama pertanyaan di atas. Kalo mau pinjem hubungi saya hehehe.
7.       Detective Conan (Aoyama Gosho)
Pasti udah pada ga asing sama komik ini. Komik buatan Aoyama Gosho yang juga dibuat seri anime nya, movie nya, bahkan ada juga yang diperanin manusia, sangat keren sekali ceritanya! Bikin kamu ga bisa berhenti baca komiknya kalo kasusnya belum selesai terpecahkan. Contohnya teman saya tuh addict banget sama Detective Conan, sampe punya beberapa seri. Komik ini bercerita tentang detektif SMA jenius, Shinichi Kudo yang diracun sama Vermouth terus akhirnya badannya jadi menyusut kecil kayak anak SD, dan memberi nama dirinya menjadi Conan Edogawa. Di seri-seri selanjutnya Conan a.k.a Shinichi ketemu temen yang senasib ama dirinya, Ai Haibara. Dan selanjutnya silahkan baca komiknya atau nonton seri anime nya hehehe.

8.       Doraemon (Fujiko F. Fujio)
Bagi yang suka manga tapi ga suka genre cerita yang susah dimengerti, Doraemon adalah solusinya. Hahaha most favorite book all the time nih kalo menurut saya, cos saya kalo baca komik Doraemon selalu bisa berkhayal yang menyenangkan. Baca Doraemon tuh ga ngebosenin, malah bisa ngakak-ngakak kalo pas lucu-lucunya atau mungkin terpesona berharap Doraemon itu ada dan setiap hari kamu morotin alat-alat canggih dia (kayak Nobita hehehe). Buat mengisi waktu luang dan buat pendinginan otak setelah membaca cerita-cerita berat di atas tadi emang cocok baca Doraemon. Dan setiap hari Minggu selalu ditayangin tu Doraemon di RCTI, saya adalah manusia yang tak pernah ketinggalan nonton hehehehe.

Sabtu, 08 September 2012

Letter to Nobody

19:28 0 Comments
Lima itu banyak, bukan? Lima tahun? Tentu saja lama. Lama jika kita menghitung tiap detik dan menitnya. Lama jika kita melakukan sesuatu yang membosankan. Tapi tak cukup lama untuk mengubur bayang-bayang.

Seharusnya tak selama itu…
Jika saja cerita-cerita sialan itu tidak selalu memenuhi hari-hariku. Jika saja imajinasiku tak sebagus LCD proyektor dalam mempresentasikan setiap detail untaian kata dalam cerita itu menjadi sebaris film pendek dengan credit title unknown. Jika saja aku tak terlalu kreatif membubuhkan imajinasi-imajinasi sesat yang semakin merubah pandanganku terhadapmu. Jika saja aku tak dilahirkan untuk bertemu dengan manusia yang sebenarnya tak sempurna, tapi bagiku sempurna. Sangat sempurna! Bukan sempurna secara harfiah. Terlalu sulit untuk direfleksikan dalam barisan kalimat sok puitis ini.
Jika saja semua yang susah payah aku jabarkan panjang lebar di atas tak pernah terjadi padaku….
Mungkin aku terlalu naif untuk mengartikan hembusan angin yang terlalu dini muncul di hadapan seorang manusia yang tak terlalu mengerti apa-apa tentangnya. Mungkin juga aku terlalu sok tahu dan terlalu yakin bahwa sebenarnya hembusan angin itu juga kau rasakan, saat bertemu sosok Si Naif. Dan aku terlalu lelah  memenuhi otakku dengan berbagai macam spekulasi yang jawaban sebenarnya hanya bisa diketahui oleh Sang Pencipta. Dan aku selalu benci setiap menulis baris demi baris kalimat ini, sketsa lamamu muncul memenuhi kamar-kamar di sepanjang labirin otakku.
Dan aku selalu senang saat mataku terpejam, ribuan spidol dengan cepat menegaskan garis-garis yang membentuk sketsa dirimu… Dan ternyata “morfin” ini telah meracuniku terlalu banyak….
Tapi dengan munafik aku mengatakan, tentu saja tidak! Tapi… siapa yang tahu dalamnya hati? Siapa yang tahu suara lirih hati kecil ini yang susah payah kuredam, malah berkata yang sebaliknya… Penyimpangan titik ekuivalen hati ini semakin membuatku merasa berdosa.
Kejujuran itu pahit. Terpaksa aku katakan, tentu saja aku merindukan sosok nyatamu. Setelah sekian lama tak bersua. Hanya melalui cerita, itupun bukan dari mulutmu, tapi mulut orang lain!
Dan aku benci mengharapkannya… Mengharapkan sesuatu yang tak akan pernah terjadi…  
Kau tahu kenapa? Bagaikan dua kutub magnet yang senama, tentu saja tak bisa disatukan. Dan tak akan pernah bisa. Tapi, sesekali ada salah satu yang ingin menyalahi takdir. Memutar waktu, kembali ke masa lalu, merubah segalanya. Kemudian kembali ke masa depan lagi… memulai lembaran baru. I wish I could….
P.S: Kau akan tahu apa itu “seseorang yang melankolis” setelah kau membaca ini 

*Melankolis adalah saya hehehehe.......*

Unaddressed Letter

18:26 2 Comments


Dear Somebody Outside There,

Hei, bagaimana kabarmu? Terlampau lama, terhitung tahunan, aku tak pernah bisa melihat senyum indahmu. Bagaimana kabarmu merantau di kota besar? Kau menikmatinya bukan? Semoga Tuhan melindungi setiap langkahmu selalu. Bagaimana kehidupanmu disana? Menyenangkan? Pemandangan indah dan makhluk-makhluk lembut yang konon terkenal kecantikannya karena nenek moyangnya dari keturunan kerajaan Cina, amat bertebaran disana bukan? Bagaimana imanmu? Apa kau tergoda? Maaf bukan maksudku lancang, hanya sekedar ingin tahu banyak tentang dirimu….
Entah mengapa akhir-akhir ini aku selalu teringat dengan postur tegap mu. Dengan senyuman ramahmu. Dengan pandangan binaran matamu. Yang selalu aku cari di sela-sela kerumunan manusia di suatu tempat awal dan akhir. Kita bertemu di waktu dan tempat yang salah. Seharusnya ini tidak terjadi! Tapi karena ketololanku, aku memaksa takdir untuk mendesain peristiwa ini sedemikian rupa.
Aku tahu kita tak pernah saling bicara satu sama lain. Bahasa antara kita hanya pandangan mata spontanitas yang buru-buru dialihkan ke objek lain. Bahasa isyarat binaran matamu yang memandangku, dan aku tahu itu walaupun kautahu bahwa aku tak pernah sekalipun menatapkan mataku ke binaran matamu. Tapi aku punya sudut mata… Senyum indahmu saat kau memandangku, yang selalu membuat desiran darahku melaju dengan kecepatan satuan knot. Yang selalu memberikan sensasi angin dingin di musim salju. Kau menciptakan kupu-kupu di dalam perutku, seperti kata orang Amerika bilang….
Kau tahu? Lima tahun berlalu tapi siluetmu tak pernah beranjak dari singgasana alam bawah sadarku. Susah payah aku mengusirnya… tapi saat keadaan kosongku dominan, kau kembali menempati relung jiwaku yang kosong!  Tapi kenapa? Kenapa dalam pikiran kosongku hanya ada siluetmu? Kenapa selama bertahun-tahun terakhir siluetmu seakan menjelma menjadi hantu bawah sadarku? Kenapa setelah kau tak pernah terlihat dalam wujud kasarmu, postur siluetmu selalu hadir di kala otakku dalam keadaan Beta dan mataku terpejam…
Hanya ini yang bisa kutuliskan. Memang, aku tak pandai merangkai kata-kata untuk melukiskan emosi ini. Tapi semoga saja kau yang ada disana menyadari ini. Getaran alamiah yang tersalurkan lewat kekuatan telepati kimiawi, yang seharusnya telah sampai detik ini ke rongga jiwamu… Yang bagaikan kode-kode biner melesat melalui gelombang elektromagnetik kasat mata. Yang sewajarnya otakmu menerima respon kimiawi ini dan secara inisiatif membuka pesan yang tujuannya tak bertuan ini…. Dan hei mungkin salah satu dari pembaca ini adalah dirimu... Aku selalu menunggumu di tempat yang sama…

Sincerely, You know who I am :) 

*Tebaklah ini Fiksi atau Nyata? ...... hehehehe *