Rabu, 01 Januari 2014

# Random

20:20

Lagi-lagi, jam digital di ponselku menunjukkan angka kembar. Aku tersenyum simpul. Selintas memori berkelebat dalam ingatanku. Tentang mitos. Ya, mitos melihat jam kembar.
Sudah beberapa bulan belakangan mataku selalu memergoki jam digital ponselku menunjukkan angka kembar. Selalu saja saat malam menjelang. Ya, memang sedikit banyak aku tersugesti akan mitos itu. Sekelebat wajah selalu menghiasi pikiranku tatkala mataku tak sengaja bertumbuk pada dua angka kembar itu.
Hmm, mungkin ada dari kalian yang belum mengetahui tentang mitos jam kembar? Jadi, mitos jam kembar itu – entah siapa yang memulai mitos mulut ke mulut ini – berbunyi
“Jika kamu melihat jam menunjukkan angka yang sama dengan menitnya, maka di luar sana pasti ada yang sedang merindukanmu”
Hahaha… terdengar konyol memang. Apa hubungannya jam berangka kembar dengan ada seseorang di luar sana sedang merindukan kehadiranku? Kalian pasti akan menganggapku bodoh jika aku mengaku bahwa aku benar-benar mempercayainya. Ya, sejujurnya, aku (sedikit) mempercayainya.
Hei, tapi tentu saja terasa aneh jika aku terlalu mempercayainya. Coba pikir, siapa pula orang yang merindukanku, hah? Orang-orang terdekatku saja berada di sekitarku. Ayah, ibu, adik, dan sanak-familiku tidak tinggal terlalu jauh dari tempatku tinggal. Aku tidak memiliki teman sangat ‘spesial’ yang tinggal terlalu jauh dari tempatku berpijak. Sangat ‘spesial’ di sini maksudnya sahabat atau teman cewek yang selalu dekat denganku. Tolong jangan berpikiran macam-macam…
Lantas, siapa?
Maka dari itu, sungguh konyol jika aku terus bertahan untuk mempercayai mitos aneh itu.
Eh, tetapi….
Ada satu wajah yang sekejap melintas di benakku.
Dia.
Nafasku tercekat seketika saat mengingat wajahnya. Duh, bukan ini yang sedang kuinginkan terjadi.
Aku tak berharap dia merindukanku. Merasa sangat konyol saja jika terus mengira bahwa dirinya yang merindukanku saat tiba-tiba aku melihat jam kembar. Pikiran itu pun sengaja aku tepis jauh-jauh, aku usir cepat-cepat. Jangan sampai usahaku beberapa bulan belakangan ini luruh hanya karena terpengaruh oleh mitos yang tidak jelas asal mulanya itu.
Dan satu yang perlu aku tekankan: “Aku bukan seorang yang erotomania”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar